.png)
SURABAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya sukses menyelenggarakan kegiatan Mimbar Bebas. Mengangkat tema “Menjaga dan Merawat Demokrasi di Era Digital”. Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus Untag Surabaya ini menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi sekaligus menguatkan kesadaran hukum di tengah dinamika kebebasan berpendapat di Publik.
Fenomena Intimidasi di Balik Kebebasan Berpendapat
Ketua Pelaksana, Dion Marcellino Lumban Gaol, menjelaskan bahwa tema kegiatan diangkat sebagai respons atas maraknya kasus intimidasi terhadap individu yang menyampaikan kritik, khususnya di era digital.
“Kebebasan berpendapat telah dijamin dalam UUD NRI 1945 Pasal 28E ayat (3), namun realitanya masih banyak pihak yang mengalami tekanan bahkan teror ketika menyampaikan kritik,” ujar mahasiswa Fakultas Hukum tersebut. Ia menyoroti berbagai kasus yang terjadi, mulai dari penyiraman air keras terhadap aktivis, penyebaran data pribadi, hingga bentuk intimidasi lainnya yang dinilai mengancam iklim demokrasi.
Kebebasan dengan Koridor Hukum dan Etika
Dalam pelaksanaannya, mimbar bebas ini tetap mengedepankan aturan yang jelas. Mahasiswa yang menyampaikan aspirasi diwajibkan untuk tidak melakukan tindakan yang mengarah pada makar, tidak menyerang personal pejabat, serta menggunakan bahasa yang santun dan beretika.
Menurut Dion, hal ini penting agar kebebasan berekspresi tetap berada dalam koridor hukum dan mencerminkan intelektualitas mahasiswa. “Kita bebas berbicara, tetapi tetap harus bertanggung jawab. Kritik yang disampaikan harus berbasis data dan tidak sekadar provokasi,” tambah Dion.
Sorotan Media dan Gaung Aspirasi Mahasiswa
Kegiatan ini mendapat perhatian dari pers jurnalistik yang turut meliput jalannya acara. Kehadiran media menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan aspirasi mahasiswa agar dapat diketahui publik secara luas.
Melalui peliputan tersebut, setiap isu yang diangkat diharapkan tidak hanya menjadi diskursus internal kampus, tetapi juga mampu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.
Selain sebagai wadah penyampaian aspirasi, Mimbar Bebas juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa dalam memahami peran strategis mereka sebagai agen perubahan. Mahasiswa dituntut tidak hanya berani bersuara, tetapi juga memiliki landasan analisis yang kuat dan berbasis data.
Dion menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara idealisme dan regulasi, dengan tetap menjunjung tinggi etika serta hukum yang berlaku.
“Kita bicara dengan fakta, bergerak dengan aturan. Di situlah letak kekuatan mahasiswa dalam menjaga demokrasi,” tegasnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BEM FH Untag Surabaya berharap Mimbar Bebas dapat menjadi langkah konkret dalam merawat demokrasi, sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih kritis, berani, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan aspirasi di era digital.
Penulis : Rahajeng Retno Sejati
Editor : Dwita Rama Dhanty, S.AP
Sistem ini meliputi Sistem Alumni, Pencarian Lowongan Kerja Dan Pengajuan Beasiswa.
Login dan password yang digunakan adalah yang login yang digunakan di akses sistem akademik Untag Surabaya (sim.untag-sby.ac.id). Hal tersebut berlaku juga untuk para alumni yang telah terdaftar di Untag Surabaya
© 2016 Business_Blog. All rights reserved | Template by W3layouts