
SURABAYA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fordimapelar Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya sukses menggelar diskusi Nalar Time Episode 1. Mengangkat tema provokatif “Kritik Keras Menjadi Air Keras”, kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya akademik sekaligus mengasah daya kritis mahasiswa dalam menanggapi dinamika sosial saat ini.
Berlokasi di lingkungan kampus Untag, diskusi ini menjadi magnet bagi mahasiswa dari berbagai program studi. Mereka berkumpul untuk membedah fenomena kebebasan berpendapat yang belakangan ini kian dibayangi oleh risiko fisik dan intimidasi.
Menyoroti Risiko di Balik Kritik
Ketua Panitia, M. Faruk Rohmat Anas, menjelaskan bahwa tema tersebut sengaja dipilih sebagai bentuk respons terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Andrie Yunus. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi sinyal peringatan bagi iklim demokrasi di kalangan mahasiswa.
"Kami merancang acara ini sebagai ruang diskusi terbuka dan konstruktif. Isu kebebasan berpendapat sedang hangat, terutama melihat realitas bahwa menyampaikan kritik kini bisa berujung pada ancaman nyata seperti kasus yang ramai diperbincangkan belakangan ini," ujar mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2024 tersebut.
Perspektif Akademik: Pola Kekerasan yang Berulang
Diskusi semakin berbobot dengan kehadiran Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen Komunikasi Politik FISIP Untag Surabaya sebagai narasumber. Dalam paparannya, Dey menekankan bahwa kekerasan terhadap individu kritis bukanlah fenomena baru.
Ia memaparkan sejarah panjang pemberedelan suara kritis yang memiliki pola serupa dari masa ke masa. Hal inilah yang menjadi poin paling berkesan bagi para peserta, termasuk Faruk.
"Materi ini membuka wawasan bahwa kasus yang menimpa Andrie Yunus memiliki akar sejarah yang kompleks. Ini menyadarkan kami bahwa persoalan kebebasan sipil memiliki dimensi yang sangat luas," tambah Faruk.
Refleksi Demokrasi dan Keamanan Sipil
Selain menjadi wadah edukasi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi. Tema “Kritik Keras Menjadi Air Keras” dinilai sangat relevan dalam menggambarkan pergeseran ruang publik. Kritik yang seharusnya menjadi pilar demokrasi sehat justru bertransformasi menjadi ruang yang berisiko tinggi.
Diskusi berlangsung dinamis dengan interaksi aktif dari peserta. Faruk berharap, melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga keberanian yang terukur serta pemahaman mendalam tentang cara menyampaikan aspirasi di ruang publik dengan tetap memperhatikan keamanan dan etika.
Dengan suksesnya Nalar Time Episode 1, UKM Fordimapelar berharap dapat terus konsisten menjadi motor penggerak nalar kritis mahasiswa di lingkungan kampus merah putih.
Penulis : Rahajeng Retno Sejati
Editor : Dwita Rama Dhanty, S.AP
Sistem ini meliputi Sistem Alumni, Pencarian Lowongan Kerja Dan Pengajuan Beasiswa.
Login dan password yang digunakan adalah yang login yang digunakan di akses sistem akademik Untag Surabaya (sim.untag-sby.ac.id). Hal tersebut berlaku juga untuk para alumni yang telah terdaftar di Untag Surabaya
© 2016 Business_Blog. All rights reserved | Template by W3layouts